Artikel
Fistula Ani Adalah Penyebab Nyeri Sekitar Anus, Disertai Nanah

Fistula Ani Adalah Penyebab Nyeri Sekitar Anus, Disertai Nanah

Fistula ani adalah terbentuknya saluran kecil antara ujung usus besar dan kulit sekitar anus atau dubur. Fistula terlihat seperti saluran atau lubang kecil terutama setelah nanah keluar. Akibatnya, penderita fistula ani merasakan nyeri atau rasa tidak nyaman pada sekitar anus.

Fistula ani adalah
Ilustrasi : Adalah gambaran kondisi fistula ani

Menurut oleh Dr Retno Putri Arini SpB, dari Vena Wasir Center, pengobatan setelah pemeriksaan fisik dengan seksama, terutama pada area anus.

Sampai saat ini, pilihan terapi fistula ani adalah tindakan operasi. Beberapa gejala pada penderita fistula ani, antara lain adalah :

  1. Daerah sekitar anus membengkak atau kemerahan
  2. Nyeri pada anus yang semakin parah saat duduk atau batuk.
  3. Demam dan terasa lelah.
  4. Inkontinensia alvi.
  5. Iritasi kulit di sekitar anus.
  6. Terdapat nanah sekitar anus.

Penyebab Fistula Ani Adalah

Fistula terjadi akibat abses anus yang tidak sembuh sempurna sehingga menyisakan saluran atau lubang kecil pada kulit di dekat anus. Penyebab ini yang paling banyak terjadi pada kasus fistula ani. Sekitar 50 persen penderita abses anus berisiko mengalami kondisi ini.

Selain karena abses pada anus, kondisi ini dapat terjadi karena beberapa kondisi, termasuk gangguan saluran cerna bagian bawah atau daerah anus. Kondisi tersebut meliputi Crohn’s disease serta hidradenitis suppurativa.

Di samping penyakit tersebut, beberapa infeksi seperti tuberkulosis atau infeksi HIV, serta divertikulitis juga bisa menimbulkan kondisi ini. Penyebab fistula ani lainnya adalah komplikasi yang terjadi pasca operasi dekat anus dan pasca radioterapi untuk kanker usus besar.

Diagnosis Fistula Ani Adalah

Pemeriksaan fisik, terutama pada area sekitar anus oleh dokter jika pasien memilki gejala fistula ani. Guna menetapkan analysis, beberapa pemeriksaan penunjang perlu, antara lain adalah :

  1. Pemindaian
    Pemeriksaan dengan pemindaian bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail, dalam hal ini kondisi daerah anus dan saluran abnormalnya (fistula). Pemindaian dapat dengan foto Rontgen (fistulografi), USG, CT scan, dan MRI.
  2. Anuskopi
    Pemeriksaan ini menggunakan alat khusus berupa spekulum anus (anuscope) untuk melihat kondisi di dalam saluran anus.
  3. Proktoskopi
    Pemeriksaan dengan alat khusus yang memilki lampu ini bertujuan untuk melihat kondisi di dalam anus. Proktoskopi dapat melihat lebih dalam sampai rektum, yaitu bagian terakhir dari usus besar.
  4. Fistula probe
    Pemeriksaan fistula dengan alat dan pewarna khusus untuk melihat lokasi fistula yang terbuka.
  5. Kolonoskopi
    Kolonoskopi merupakan pemeriksaan dengan selang kecil berkamera yang masuk melalui anus untuk melihat kondisi usus besar. Tujuan kolonoskopi adalah untuk mengetahui apakah fistula ani itu karena penyakit lain, misalnya Crohn’s disease atau kolitis ulseratif.

Pengobatan Fistula Ani Adalah

Fistula ani tidak dapat sembuh dengan sendirinya, dan perlu tindakan pengobatan. Metode pengobatan utama melalui operasi. Kendati demikian, layaknya suatu tindakan medis, operasi fistula ani memiliki risiko, antara lain kesulitan untuk mengatur buang air besar (inkontinensia alvi) dan relaps.

Operasi fistula dengan pemeriksaan awal pada anus serta pemberian anestesi umum. Pemeriksaan untuk menetukan teknik bedah yang baik dengan mempertimbangkan posisi fistula.

Salah satu teknik bedah yang dapat Anda lakukan adalah teknik seton placement. Dalam prosedur ini, benang bedah terpasang pada fistula agar posisinya terbuka sehingga nanah dari abses dapat keluar. Benang yang terpasang akan dikencangkan bertahap selama kontrol sehabis tindakan.

Setelah luka sembuh sempurna, benang akan lepas. Tujuan dari tindakan ini adalah mengalirkan nanah, memicu pertumbuhan jaringan ikat dan memutus saluran atau fistula tersebut. Tindakan ini juga mengurangi risiko terjadinya komplikasi inkontinensia alvi.

Pilihan lain yang bisa Anda pertimbangkan adalah prosedur penambahan jaringan (improvement flap) yang diambil dari dinding rektum atau bagian akhir dari usus besar. Jaringan tersebut Anda gunakan untuk menambal saluran fistula.

Teknik bedah lain yang bisa Anda lakukan adalah pemasangan penyumbat berbahan khusus. Penyumbat ini akan terserap sendiri oleh tubuh dan akhirnya menutup fistula. Pilihan lainnya yang juga bisa Anda pertimbangkan adalah pengangkatan saluran fistula berikut jaringan dan kelenjar yang mengalami peradangan. Tindakan ini bernama lawsuit intersphincteric fistula tract atau LIFT.

Fistulotomi Dengan BEIM

BEIM adalah modalitas terapi fistula ani
Ilustrasi : BEIM adalah modalitas terapi fistula ani

Prosedur yang banyak Anda lakukan untuk terapi fistula ani adalah fistulotomi atau pembedahan kulit dan otot pada lokasi fistula, sehingga terdapat lubang terbuka.

Caranya fistula dikeruk dengan bersih serta dibiarkan terbuka. Kondisi ini memungkinkan penyembuhan terjadi dari dalam hingga ke permukaan saluran fistula. Salah satu teknologi yang dapat Anda gunakan adalah dengan penggunaan BEIM (Biological Electrical Impedance Auto-Measurement) di tempat pengobatan wasir Vena Wasir Center.

Operasi fistula dapat Anda lakukan dengan atau tanpa rawat inap. Dalam beberapa kasus, pasien harus menginap hingga beberapa hari. Pasca operasi, dokter akan meresepkan obat pereda nyeri dan antibiotik untuk mengatasi rasa nyeri dan mencegah infeksi pasca operasi.

Selain itu, perlu penanganan khusus dalam merawat luka pasca operasi. Di antaranya adalah berendam di air yang hangat 3-4 kali sehari, mengonsumsi obat pencahar agar tinja menjadi lunak, mengonsumsi makanan berserat tinggi dan banyak minum. Pasien umumnya dapat kembali beraktivitas normal setelah dinyatakan sembuh oleh dokter.

Alamat Kami


80 thoughts on “Fistula Ani Adalah Penyebab Nyeri Sekitar Anus, Disertai Nanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Butuh bantuan ?
Kamu punya keluhan?
Saya ingin daftar, bagaimana caranya?